Tampilkan postingan dengan label nara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Januari 2017

Pergi ke Nara (2)

       Musim panas 2016, saya pergi ke Nara (lagi). Kali ini saya bersama Clarissa, dan Adeline pergi ke Nara sepulang sekolah (kuliah) shift pagi. Saat kami pulang sudah waktunya untuk makan siang. Namun, untuk menghemat waktu, kami memilih untuk membeli makanan ringan dan memakannya di perjalanan.


pemandangan dari dalam kereta Tennouji menuju Nara

      Sesampainya di Nara, kami ingin pergi ke Todaiji. Untuk dapat ke sana, kami melewati Museum Nasional Nara (Nara Kokuritsu Hakubutsukan) yang berwarna kuning. Kami berfoto dan memberi makan rusa.
   
Museum Nasional Nara




       Selanjutnya kami berjalan lagi ke Todaiji. Todaiji merupakan kuil Buddha yang dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Shomu. Di dalamnya terdapat patung Buddha terbesar ke 2 di dunia, terbuat dari perunggu dengan tinggi 16 meter. Patungnya sendiri selesai dibuat tahun 752. 6 sekolah Buddhis pada saat itu: Hossou, Kegon, Joujitsu, Sanron, Ritsu dan Kusha dipusatkan di Todaiji.

gerbang utama Todaiji


       Sayang sekali, ketika kami datang, Todaiji sudah ditutup (kami datang terlalu sore). Jadinya kami hanya berfoto di depannya saja.





rusa yang beristirahat

       Sesudahnya, kami pergi membeli oleh - oleh. Selesai membeli oleh - oleh, hari sudah gelap dan perut sudah mulai keroncongan. Maka kami bersantap malam di sebuah restoran sebelum pulang. Jika waktunya cukup, saya rasa seharian berkeliling di Nara Park akan menyenangkan karena banyak sekali tempat yang belum kami kunjungi.

Selasa, 13 Desember 2016

Pergi ke Nara (1)


   Waktu itu saya merasa perlu hiburan. Ingin jalan - jalan agak jauh entah kemana. Tapi teman - teman yang biasa diajak untuk jalan bersama (ngebolang) berhalangan, jadi munculah ide untuk jalan sendiri. Dengan bantuan Google map, handphone plus powerbank, uang secukupnya dan modal nekat, berangkatlah dari apato pagi - pagi sendirian dari Wakayama ke Nara.

       Berangkatlah saya dari apartemen ke Stasiun Wakayama JR. Dari Stasiun Wakayama JR harus pindah kereta dahulu di Tennouji (Osaka), baru ke Nara. Total perjalanan pergi memakan waktu sekitar 2 jam. Sesampainya di Stasiun Nara, saya berjalan kaki lagi ke Nara Park yang berjarak sekitar 2,1 kilometer 😌 (sebenarnya tidak harus berjalan kaki, ada pilihan naik taksi atau bus). Stasiun Nara juga menyediakan wifi gratis, lho😃.

       Nara Park yang terkenal akan rusanya berada di kaki Gunung Wasakusa, dengan luas 660 hektar. Menurut legenda, saat ditemukan kuil Kasuga Taisha pada tahun 710 oleh Klan Fujiwara, mereka mengundang seorang Dewa dari Kashima (Ibaraki). Dewa tersebut datang dengan mengendarai seekor rusa putih.

       Pada masa itu (710) ibukota dipindahkan dari Fujiwara - kyou (Kashihara) ke Heijou - kyou, dengan mencontoh ibukota Chang'an (Xi'an) di China.

Stasiun Nara
pertokoan sepanjang jalan

Kolam Sarusawa



      Saat saya sampai di depan Nara Park, ada pertunjukan musik jalanan yang sangat bagus. Setelah menonton sebentar, akhirnya saya melanjutkan perjalanan.



       Di bagian depan Nara Park terdapat kuil Kofukuji yang dibangun oleh Klan Fujiwara pada abad ke 8. Pagoda 5 tingkatnya dikatakan sebagai urutan ke 2 pagoda tua tertinggi di Jepang. Pagoda ini pernah terbakar 5 kali sejak pembangunannya. Pagoda yang ada sekarang dibangun ulang pada tahun 1426.

kuil Kofukuji



       Saat sampai ke salah satu bagian taman (Nara Park sangat luas), banyak berkumpul rusa. Nara terkenal akan rusa - rusanya. Disana dijual kue khusus untuk memberi makan rusa yang dinamakan shika senbei. 1 ikat shika senbei dijual seharga 150 yen. Saya pun memutuskan untuk membeli, mencoba untuk memberi makan rusa. Ikatan yang mengikat shika senbei saja belum saya buka, tiba - tiba salah satu rusa melompat keluar dari pagar rendah dan menghampiri minta makan. Rusa - rusa ini cukup agresif saat mencium bau shika senbei. Bahkan terkadang menggigit.



shika senbei
rusa - rusa di taman





peringatan untuk berhati - hati dengan rusa
       Setelah cukup puas memberi makan dan memfoto rusa, saya pergi mencari oleh - oleh. Semua oleh - oleh disini hampir semuanya bertemakan rusa dan dewa rusa. Setelah itu saya memutuskan untuk pulang karena cuaca mendung.

bungkusan kue
kue bertemakan rusa
       Di stasiun, saya bingung apakah kereta yang mau saya naiki sudah benar. Saya memutuskan untuk bertanya kepada seorang ibu, kereta mana yang harusnya saya naiki menuju Tennouji. Saya malah diajak mengobrol oleh ibu tersebut dalam kereta. Ketika hampir mau sampai ke stasiun tujuannya, tiba - tiba ia memberi saya nomor teleponnya. "denwa shite kudasaine" ("telepon saya ya"), ujarnya. Kami pun berpisah.

      Sampai di Tennouji, hujan turun lebat. Tadinya saya ingin coba mampir ke Tennouji Zoo, namun apa boleh buat. Dari Tennouji saya langsung bertolak pulang menuju Wakayama.