Tampilkan postingan dengan label kimiidera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kimiidera. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2017

Kimiidera

       Musim semi 2016 saya dan seorang teman memutuskan untuk pergi ke Kimiidera. Kuil Buddha ini berjarak cukup dekat dari apartemen kami untuk ditempuh dengan sepeda. Pilihan lainnya dapat ditempuh dengan naik kereta dan berjalan sekitar 15 menit, atau naik bus dan berjalan sekitar 5 menit.

       Terletak di lereng barat Gunung Nagusa, kuil ini pertama dibuka pada Era Hoki (770), oleh biksu sekaligus pendeta suci dari China bernama Iko. Nama resmi Kimiidera adalah Kimiisangohoji Gokokuin. Di bawah periode Kaisar Jepang Shirakawa, ia menyatakan Kimiidera sebagai sebuah kuil kekaisaran kemudian membantunya mencapai banyak reputasi. Ini adalah sebuah kuil bersejarah bergengsi dikunjungi oleh kaisar berturut-turut dan telah melatih lebih dari 500 biksu selama Periode Kamakura. Dikatakan bahwa di tempat ini Tokugawa berdoa untuk kemakmuran. Ruang utama dibangun pada Era Horeki (1751 - 1764), dimana terletak pagoda dua tingkat. Di pintu masuk ke ruang utama di aula rahasia, terdapat gulungan gantung ditulis oleh Harutomi sendiri, plakat dari Kazunao Ikkyu dan gambar peta Ziarah Kansai Kannon.

pintu gerbang Kimiidera
      Untuk masuk, harus membayar tiket. Setelah itu, terdapat 231 anak tangga yang harus dilalui untuk mencapai puncak. Di kanan - kiri tangga terdapat banyak bunga sakura berbagai jenis bermekaran.

Kelopak Sakura yang berjatuhan
   


       Rasa lelah terbayarkan ketika mencapai puncak. Dari sini dapat dilihat pemandangan Teluk Wakaura. Kami memutuskan menikmatinya sambil memakan es krim.



Es krim rasa kastanye
       Selesainya makan, kami pergi melihat ruang utama. Untuk masuk ke ruang utama harus membayar uang masuk lagi, dan melepaskan alas kaki. Selagi melihat - lihat dapat dipandu oleh seorang biksu.

pintu masuk ruang utama
tulisan berisi harapan yang diletakkan depan pintu masuk
       Puas melihat ruang utama, kami melihat pagoda. Di dalam pagoda tersebut terletak sebuah patung Buddha emas yang besar. Pengunjung dapat naik ke tingkat 2 dengan membayar biaya tambahan.



      Agar makin lengkap, kami  mencoba teh sakura yang dijual disana sambil menikmati pemandangan Teluk Wakaura dipadu mekarnya bunga sakura.




      Disini juga dijual oleh - oleh bertemakan sakura yang hanya dijual saat musim semi. Setelah berkunjung saya dan teman saya berpisah jalan karena kami harus bekerja 😊.