Tampilkan postingan dengan label jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jepang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2017

Universal Studio Japan (USJ) - Osaka

       Setelah bekerja menabung uang dan berencana untuk pergi ke USJ sejak lama, akhirnya kami bertiga (saya, Clarissa dan seorang teman kami di Jepang) pergi ke USJ πŸ™ˆ. Kami berangkat pagi - pagi. Kereta penuh dengan banyak orang yang sama seperti kami, ingin bersenang - senang di USJ.

       Tiket masuk USJ adalah 7.400 Yen. Ada juga jalur cepat, yang harganya adalah harga tiket masuk biasa ditambah dengan harga khusus (harga khusus tergantung jumlah jenis permainan yang ingin dibuat menjadi jalur cepat). Jika tidak ingin mengantri beli tiket pada hari - H, tiket USJ dapat dibeli di Lawson Jepang lewat mesin Loppi sekitar sebulan sebelumnya.

Gerbang masuk USJ
Tiket masuk
       Setelah masuk, kami menukar tiket masuk dengan tiket untuk mempercepat waktu tunggu. Penukaran ini hanya berlaku untuk 1 kali saja. Kami memilih untuk menukarnya dengan tiket untuk masuk ke area atraksi terbaru, The Wizarding World of Harry Potter. Kami masuk ke sana melewati 'Hutan Terlarang'.πŸ˜„




       Melewati Hutan Terlarang, sampailah kami di Hogsmeade (desa penyihir dekat Hogwarts). Rasanya seakan berada di dalam filmnya. 😎





       Di dalam buku Harry Potter, Hogsmeade ini terkenal akan minumannya bernama 'Butterbeer'. Meskipun bernama beer tetapi tidak ada rasa birnya sama sekali, melainkan mirip dengan rootbeer. Butterbeer ini dapat dibeli dengan gelas yang bisa dijadikan souvenir.



       Setelah itu kami lanjut pergi ke permainan 'Harry Potter and the Forbidden Journey'. Atraksi 3D ini mengajak kita untuk bermain Quidditch (sejenis futsal penyihir) bersama Harry dan kawan - kawan. Letak atraksi terdapat di dalam kastil Hogwarts. Selain itu kita juga bisa Castle Walk, yakni berkeliling ke dalam kastilnya tanpa harus menaiki atraksi tersebut. I'm becoming a wizard.πŸ˜‚


with 'Sorting Hat
Hogwarts


       Selesai dari kastil, hujan pun turun. Meskipun hujan kami tetap melanjutkan ke atraksi berikutnya yakni 'Flight of the Hippogriff'. Atraksi ini adalah sejenis roller coaster kecil. Kami naik roller coaster disambut rintik hujanπŸ˜†. Setelah itu kami makan siang dan keluar dari area permainan Harry Potter menuju ke atraksi lainnya.


Daftar menu & harga di restoran Three Broomsticks




Minions

       Kami juga bertemu dengan Pengky yang mengambil program study abroad setahun di Kanazawa bersama dengan temannya yang lain. Kami menikmati USJ hingga malam hari. Menjelang tutup, ada Night Parade. Parade ini diisi dengan berbagai karakter yang dihiasi dengan lampu, serta beberapa penari.

bersama Pengky






       Puas bermain seharian, kami pun bertolak pulang ke Wakayama dengan kereta express. Walau capek, kami pulang dengan hati senang.

Jumat, 06 Januari 2017

Pergi ke Nara (2)

       Musim panas 2016, saya pergi ke Nara (lagi). Kali ini saya bersama Clarissa, dan Adeline pergi ke Nara sepulang sekolah (kuliah) shift pagi. Saat kami pulang sudah waktunya untuk makan siang. Namun, untuk menghemat waktu, kami memilih untuk membeli makanan ringan dan memakannya di perjalanan.


pemandangan dari dalam kereta Tennouji menuju Nara

      Sesampainya di Nara, kami ingin pergi ke Todaiji. Untuk dapat ke sana, kami melewati Museum Nasional Nara (Nara Kokuritsu Hakubutsukan) yang berwarna kuning. Kami berfoto dan memberi makan rusa.
   
Museum Nasional Nara




       Selanjutnya kami berjalan lagi ke Todaiji. Todaiji merupakan kuil Buddha yang dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Shomu. Di dalamnya terdapat patung Buddha terbesar ke 2 di dunia, terbuat dari perunggu dengan tinggi 16 meter. Patungnya sendiri selesai dibuat tahun 752. 6 sekolah Buddhis pada saat itu: Hossou, Kegon, Joujitsu, Sanron, Ritsu dan Kusha dipusatkan di Todaiji.

gerbang utama Todaiji


       Sayang sekali, ketika kami datang, Todaiji sudah ditutup (kami datang terlalu sore). Jadinya kami hanya berfoto di depannya saja.





rusa yang beristirahat

       Sesudahnya, kami pergi membeli oleh - oleh. Selesai membeli oleh - oleh, hari sudah gelap dan perut sudah mulai keroncongan. Maka kami bersantap malam di sebuah restoran sebelum pulang. Jika waktunya cukup, saya rasa seharian berkeliling di Nara Park akan menyenangkan karena banyak sekali tempat yang belum kami kunjungi.

Rabu, 04 Januari 2017

Kimiidera

       Musim semi 2016 saya dan seorang teman memutuskan untuk pergi ke Kimiidera. Kuil Buddha ini berjarak cukup dekat dari apartemen kami untuk ditempuh dengan sepeda. Pilihan lainnya dapat ditempuh dengan naik kereta dan berjalan sekitar 15 menit, atau naik bus dan berjalan sekitar 5 menit.

       Terletak di lereng barat Gunung Nagusa, kuil ini pertama dibuka pada Era Hoki (770), oleh biksu sekaligus pendeta suci dari China bernama Iko. Nama resmi Kimiidera adalah Kimiisangohoji Gokokuin. Di bawah periode Kaisar Jepang Shirakawa, ia menyatakan Kimiidera sebagai sebuah kuil kekaisaran kemudian membantunya mencapai banyak reputasi. Ini adalah sebuah kuil bersejarah bergengsi dikunjungi oleh kaisar berturut-turut dan telah melatih lebih dari 500 biksu selama Periode Kamakura. Dikatakan bahwa di tempat ini Tokugawa berdoa untuk kemakmuran. Ruang utama dibangun pada Era Horeki (1751 - 1764), dimana terletak pagoda dua tingkat. Di pintu masuk ke ruang utama di aula rahasia, terdapat gulungan gantung ditulis oleh Harutomi sendiri, plakat dari Kazunao Ikkyu dan gambar peta Ziarah Kansai Kannon.

pintu gerbang Kimiidera
      Untuk masuk, harus membayar tiket. Setelah itu, terdapat 231 anak tangga yang harus dilalui untuk mencapai puncak. Di kanan - kiri tangga terdapat banyak bunga sakura berbagai jenis bermekaran.

Kelopak Sakura yang berjatuhan
   


       Rasa lelah terbayarkan ketika mencapai puncak. Dari sini dapat dilihat pemandangan Teluk Wakaura. Kami memutuskan menikmatinya sambil memakan es krim.



Es krim rasa kastanye
       Selesainya makan, kami pergi melihat ruang utama. Untuk masuk ke ruang utama harus membayar uang masuk lagi, dan melepaskan alas kaki. Selagi melihat - lihat dapat dipandu oleh seorang biksu.

pintu masuk ruang utama
tulisan berisi harapan yang diletakkan depan pintu masuk
       Puas melihat ruang utama, kami melihat pagoda. Di dalam pagoda tersebut terletak sebuah patung Buddha emas yang besar. Pengunjung dapat naik ke tingkat 2 dengan membayar biaya tambahan.



      Agar makin lengkap, kami  mencoba teh sakura yang dijual disana sambil menikmati pemandangan Teluk Wakaura dipadu mekarnya bunga sakura.




      Disini juga dijual oleh - oleh bertemakan sakura yang hanya dijual saat musim semi. Setelah berkunjung saya dan teman saya berpisah jalan karena kami harus bekerja 😊.